Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah kembali menggelar wisuda mahasantri Program Sarjana Marhalah Ula (M1) Takhassus Tafsir Wa’ulumuhu Konsentrasi Tafsir Ahkam Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang merupakan wisuda ketiga tersebut berlangsung khidmat pada 19 Mei 2026 di Aula Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.
Rapat Senat Terbuka Kelulusan dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Dr. H. Teuku Zulkhairi, didampingi jajaran wakil mudir, yakni Tgk. Muhammad Safwan, M.Pd., Tgk. Saryulis, S.Ag., dan Tgk. Ardiansyah, S.Ag.
Prosesi wisuda turut dihadiri berbagai unsur pemerintah, akademisi, dan tokoh pendidikan Islam. Hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Bapak Andriyansyah, S.Ag., M.H. beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara Tgk. M. Yunus, S.H.I., serta Rektor Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah, Prof. Dr. Danial, M.Ag., yang menyampaikan orasi ilmiah pada acara tersebut.
Turut hadir pula Pimpinan Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah, H. Sirajuddin Hanafi, selaku pimpinan lembaga induk Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyerahkan penghargaan kepada para wisudawan dan wisudawati terbaik yang berhasil meraih predikat Pujian (Mumtaz/Cumlaude).
Berdasarkan Keputusan Mudir Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah Nomor 073/MA-BBS/M-I/IX/2026, sebanyak 47 mahasantri dinyatakan lulus pada Tahun Akademik 2025/2026. Sejumlah mahasantri berhasil meraih predikat Pujian (Mumtaz), di antaranya Mahyudar MD, Alfiana Fitri, Rini Septia Dinda, Irhamna, Khairunnisak, Ahmad Mufaddhal, Hilma Annisak, Nailas Sakdah, Zarkasyi, dan Muhammad Rijal.
Dalam sambutannya, Dr. H. Teuku Zulkhairi menyampaikan harapan besar kepada seluruh alumni agar terus melanjutkan tradisi keilmuan Islam dan pengabdian kepada masyarakat. Dr. Zulkhairi menegaskan bahwa para alumni harus senantiasa meneruskan perjuangan beut seumeubeut (belajar dan mengajar) sepanjang hayat.
Menurutnya, semangat menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu merupakan jalan untuk menjadi manusia terbaik di hadapan Allah SWT sekaligus sarana memberikan kontribusi terbaik bagi Islam dan kaum Muslimin.
“Dengan semangat beut seumeubeut itulah kita dapat memberikan kontribusi terbaik untuk Islam dan kaum Muslimin. Alumni Ma’had Aly harus terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelita ilmu dan pembimbing umat,” ujarnya.
Dr. Zulkhairi juga menekankan pentingnya alumni menjadi figur teladan di tengah masyarakat, baik dalam perilaku maupun akhlak. Menurutnya, salah satu persoalan besar umat saat ini adalah semakin minimnya sosok-sosok yang dapat dijadikan panutan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
“Karena itu, alumni Ma’had Aly harus menjadi solusi atas problematika tersebut. Jadilah teladan dalam akhlak, adab, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Wisuda berlangsung penuh haru dan kebanggaan, terutama bagi keluarga mahasantri yang hadir dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah dalam mencetak kader ulama dan intelektual Muslim berbasis turats yang mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada tradisi keilmuan Islam.
.jpg.jpeg)

.jpg.jpeg)



